Rumah Jenis Klaster, Tren Properti 2018

Tahun 2018 ini diwarnai oleh banyaknya permintaan konsumen akan tempat hunian atau rumah yang memiliki desain tipe menengah jenis klaster dengan harga 700 juta rupiah kebawah. Selain tingginya permintaan rumah jenis tersebut, masyarakat menuntut lokasi rumah yang strategis. Mudah akses menuju pintol tol maupun sarana transportasi massal. Bisnis properti 2018 ini diperkirakan lesu karena pengaruh dari Hari Raya Idul Fitri, pilkada 2018, serta pemilu legislatif 2019 nanti. Namun, kenyataannya, pasar properti 2018 tetap melonjak positif melanjutkan tren properti tahun 2017 lalu.

Bisnis properti ini merupakan kesempatan tersendiri bagi kamu yang sangat bergairah baik untuk hunian pribadi maupun sarana investasi. Apalagi, saat ini kepemilikan properti di Indonesia oleh WNA sudah diijinkan maka kendala seperti event nasional semacam pilkada tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan. Sekretaris Perusahaan bisnis properti PT Intiland Development juga menyarankan untuk tidak mengaitkan politik dengan ekonomi karena mereka optimis akan sinyal positif dari masyarakat dan tidak takut untuk berinvestasi ditahun politik ini. Tahukah kamu jika tahun depan akan ada rebound dimana harga rumah subsidi akan naik 5%? Hal ini dibenarkan karena menyesuaikan dengan indeks kemahalan konstruksi dan inflasi suatu daerah. Jadi besarnya kenaikan 5% itu berbeda-beda untuk tiap daerah. Yang pasti, setiap pemilik bisnis properti akan mengutamakan membangun tren rumah klaster yang paling diminati dan dicari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *